Talaud Membara: Ratusan Warga Serbu Mako Lanal Melongguane Pasca-Penganiayaan Guru oleh Oknum TNI AL
KEPULAUAN TALAUD – Suasana di Kepulauan Talaud mencekam setelah ratusan warga nekat menyerbu Markas Komando Lanal (Mako Lanal) Melongguane. Aksi massa ini memicu bentrokan fisik dengan prajurit TNI AL sebagai buntut dari dugaan penganiayaan brutal yang dilakukan oknum prajurit terhadap warga sipil, termasuk seorang guru.
Kronologi: Berawal dari Teguran Berujung Petaka
Insiden bermula saat sekelompok warga tengah memancing dan terganggu oleh teriakan gaduh sekelompok orang yang diduga dalam pengaruh alkohol (mabuk). Saat dihampiri dan ditegur, kelompok yang ternyata merupakan oknum prajurit TNI AL tersebut justru bereaksi anarkis.
Bukannya mereda, aksi kekerasan justru meluas. Korban yang awalnya satu orang merembet hingga total enam warga sipil menjadi sasaran pengeroyokan. Salah satu korban diketahui merupakan seorang tenaga pendidik (guru) yang mengalami luka-luka serius.
Massa Kepung Markas, Situasi Chaos

Tak terima dengan perlakuan tersebut, keluarga korban dan ratusan warga mendatangi Mako Lanal Melongguane untuk menuntut keadilan. Namun, ketegangan justru memuncak di gerbang markas hingga pecah bentrokan antara warga dan prajurit.
“Masyarakat sudah melapor resmi ke Polres dengan jumlah terduga pelaku sebanyak enam orang,” konfirmasi Kapolres Kepulauan Talaud, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, Sabtu (24/1).

Video amatir yang memperlihatkan detik-detik penyerbuan tersebut kini viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak massa yang beringas terlibat aksi saling dorong dan baku hantam dengan prajurit, sementara aparat kepolisian berusaha keras menengahi di tengah kerumunan.
Pemerintah Daerah Turun Tangan

Melihat situasi yang semakin tidak kondusif, Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Anisya G. Bambungan, langsung terjun ke lokasi untuk meredam kemarahan warga.
“Tindakan ini harus saya lakukan karena keadaan sudah sangat tidak kondusif. Jika dibiarkan, bentrok akan semakin meluas dan berdampak fatal,” tegas Anisya saat berupaya menenangkan massa yang emosional.
Pemerintah daerah mendesak pihak TNI AL untuk melakukan pengusutan tuntas secara transparan dan memberikan hukuman setimpal kepada para oknum yang terlibat. Saat ini, kasus tersebut telah masuk dalam penanganan hukum Polres Kepulauan Talaud dan diharapkan tidak memicu konflik horizontal yang lebih besar.
