March 25, 2026

proJUSTITIA

Berpihak Pada Kebenaran

Teheran Aktifkan Sistem “Jamming” Masif Lumpuhkan Starlink Per 25 Januari 2026

TEHERAN – Ketegangan di ruang siber dan angkasa mencapai puncaknya. Pada Minggu, 25 Januari 2026, Pemerintah Republik Islam Iran secara resmi mengumumkan keberhasilan unit perang elektronik mereka dalam menetralisir operasional jaringan satelit Starlink di wilayah-wilayah strategis nasional.

Langkah agresif ini diambil menyusul laporan intelijen Teheran yang mendeteksi lonjakan aktivitas transmisi data ilegal yang diduga berkaitan dengan pergerakan armada tempur Amerika Serikat di perbatasan laut Iran.


Kronologi Pengaktifan Sistem Pengacau Sinyal

Berdasarkan data yang dihimpun per akhir pekan ini, berikut adalah linimasa dan detail operasi militer digital tersebut:

  • Jumat, 23 Januari 2026: Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mulai mengaktifkan protokol pengawasan frekuensi tinggi setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan mengenai pengiriman armada tempur ke Teluk.
  • Sabtu, 24 Januari 2026: Laporan dari pengguna terminal Starlink ilegal di Teheran dan Isfahan menunjukkan adanya total blackout (pemutusan sinyal total). Kecepatan koneksi turun hingga 0 Mbps akibat interferensi frekuensi tinggi dari darat.
  • Minggu, 25 Januari 2026 (Pagi Hari): Komandan divisi siber IRGC mengonfirmasi bahwa mereka menggunakan teknologi Smart-Jamming yang mampu mengikuti pergerakan satelit orbit rendah (LEO) secara real-time.

Motivasi Militer dan Kedaulatan

Brigadir Jenderal Seyyed Majid Mousavi dalam pernyataannya hari ini, 25 Januari 2026, menegaskan bahwa tindakan ini adalah respons langsung terhadap ancaman agresi.

“Kita tidak akan membiarkan ruang angkasa kita digunakan sebagai jalan pintas bagi musuh untuk mengoordinasikan perusuh atau memandu sistem senjata mereka. Starlink tanpa izin di tanah Iran adalah target militer yang sah,” tegasnya.


Dampak dan Eskalasi Global

Hingga laporan ini diturunkan pada siang hari 25 Januari 2026, pihak SpaceX milik Elon Musk dilaporkan sedang berusaha meluncurkan pembaruan kode enkripsi untuk menembus dinding penghalang (jamming) tersebut. Namun, para ahli di Pentagon mengkhawatirkan bahwa kemampuan Iran dalam melumpuhkan satelit komersial saat ini sudah jauh lebih maju dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Washington sendiri telah mengutuk langkah ini sebagai upaya pembungkaman informasi di tengah krisis yang memanas, sementara Teheran tetap pada pendiriannya untuk menjaga “kedaulatan digital” mereka dari segala bentuk intervensi asing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *