Dugaan Perampokan Bersenjata Api Gegerkan Tilatang Kamang Agam, Satu Pelaku Diamuk Massa

Agam, SUMATERA BARAT — Situasi di kawasan Simpang Aur Pakan Kamis, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, mendadak mencekam pada Senin malam (19/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Sebuah insiden dugaan perampokan bersenjata api dilaporkan terjadi di sekitar area minimarket dan kantor BRI setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga di lokasi kejadian, aksi tersebut diduga kuat melibatkan empat orang pelaku. Komplotan ini dilaporkan berbagi peran, di mana sebagian menggunakan sepeda motor dan sisanya mengendarai sebuah mobil. Mereka disinyalir mengincar uang tunai yang tengah dibawa oleh salah seorang korban.

Dalam melancarkan aksinya, terduga pelaku sempat melepaskan tembakan menggunakan senjata api ke arah korban. Beruntung, tembakan tersebut meleset dan hanya mengenai lutut korban dengan luka gores. Kendati demikian, sempat terjadi kontak fisik atau baku hantam antara korban dan pelaku yang mengakibatkan korban mengalami luka robek di bagian kepala.

Aksi cepat petugas keamanan (satpam) BRI bersama warga setempat berhasil memojokkan komplotan ini. Akibatnya, satu orang terduga pelaku tertinggal dan langsung diamankan massa di lokasi. Terduga pelaku yang tertangkap tersebut sempat menjadi sasaran amuk warga yang geram sebelum akhirnya diamankan oleh pihak berwajib.

Sementara itu, tiga terduga pelaku lainnya berhasil melarikan diri dari kepungan massa menggunakan kendaraan mereka.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat dilaporkan masih melakukan penyelidikan mendalam guna mengidentifikasi total kerugian korban, serta melakukan pengejaran intensif terhadap tiga pelaku lain yang buron. Informasi resmi mengenai kronologi lengkap dan identitas para pelaku masih menunggu rilis resmi dari pihak kepolisian.

Kasus Polairud Tembak Rekannya : Ditemukan Empat Proyektil di Kepala Korban, Kuasa Hukum Desak Penerapan Pasal Pembunuhan Berencana

TANGERANG SELATAN – Proses hukum terkait dugaan tindak pidana pembunuhan yang menewaskan anggota Korps Kepolisian Air dan Udara Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Korpolairud Baharkam Polri), Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai memasuki babak baru. Tim kuasa hukum keluarga korban mengungkap temuan krusial dari hasil pemeriksaan forensik yang memperkuat indikasi adanya unsur perencanaan dalam perkara tersebut.

Peristiwa hukum ini terjadi di tempat kejadian perkara (TKP) ruang pemadam kebakaran Markas Direktorat Polisi Udara (Ditpoludara), Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 04.40 WIB. Korban diduga kuat dieksekusi menggunakan senjata api dinas laras panjang oleh terduga pelaku yang merupakan juniornya di kesatuan yang sama, yaitu Bharada Andika Rahmadani.

Kuasa hukum keluarga korban, Petrus Bala Pattyona, dalam keterangan tertulisnya pada Senin (19/10/2026), memaparkan hasil visum et repertum dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Dokumen forensik tersebut membuktikan adanya pemenuhan unsur kekerasan fatal yang mengakibatkan robeknya tempurung kepala korban.

“Hasil otopsi tim dokter forensik secara sah mengonfirmasi adanya empat proyektil peluru yang tertanam di dalam rongga kepala korban. Selain luka tembak, visum juga mencatat adanya luka robek akibat senjata tajam pada bagian leher dan lengan yang memicu pendarahan masif,” urai Petrus Bala Pattyona.

Dari perspektif hukum, tim advokasi menilai fakta-fakta materiel ini membantah asumsi adanya kelalaian atau ketidaksengajaan. Kehadiran empat proyektil di satu titik vital serta penggunaan senjata dinas yang menyisakan tiga butir peluru aktif di dalam magasin menjadi basis argumentasi bagi kuasa hukum untuk mendesak penyidik menggunakan jeratan pasal berlapis, khususnya ketentuan pidana pembunuhan berencana.

Pihak keluarga melalui sang ayah, Antonius Fernandez, menuntut penegakan supremasi hukum yang transparan dan akuntabel di internal Korps Bhayangkara. Setelah jenazah korban dipulangkan ke San Dominggo, Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (17/10/2026), keluarga mendesak agar hak-hak hukum korban dipenuhi melalui peradilan yang adil (fair trial).

Secara kelembagaan, penanganan perkara pidana umum (lex criminis) saat ini telah ditarik dan ditangani secara intensif oleh Unit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dengan status terduga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Secara paralel, Direktorat Propam Polri juga tengah berjalan melakukan pemeriksaan formal terkait pelanggaran Kode Etik Profesi Polri (KEPP) demi menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Reliable_resources_for_casino_gaming_enthusiasts_featuring_luckcasinos_uk_and_se

🔥 Play ▶️

Reliable resources for casino gaming enthusiasts featuring luckcasinos.uk and secure online play

For those seeking a thrilling and potentially rewarding experience, the world of online casinos offers a diverse range of gaming options. Navigating this landscape, however, requires informed decision-making, particularly when it comes to selecting a reputable and secure platform. Resources like luckcasinos.uk aim to provide comprehensive reviews and comparisons of various online casinos, assisting players in finding the best fit for their individual preferences and ensuring a safe and enjoyable gaming journey. The selection of a trustworthy online casino is paramount, and sites dedicated to reviews can significantly lessen the risk of encountering fraudulent or unreliable operators.

The increasing popularity of online casinos stems from their convenience, accessibility, and the sheer variety of games available. From classic table games like blackjack and roulette to innovative slot machines and live dealer experiences, there’s something to cater to every taste. However, this abundance of choice can be overwhelming. Understanding the importance of licensing, security protocols, and responsible gaming practices is crucial for any prospective player. Resources dedicated to evaluating casinos delve into these aspects, providing valuable insights that empower players to make confident choices.

Understanding Casino Licensing and Regulation

When venturing into the realm of online gambling, the concept of licensing and regulation is of utmost importance. A legitimate online casino operates under a license issued by a respected regulatory body. These bodies, such as the United Kingdom Gambling Commission (UKGC) or the Malta Gaming Authority (MGA), set strict standards that casinos must adhere to, covering areas like fair gaming, security of funds, and responsible gambling measures. The presence of a valid license signifies that the casino has been vetted and approved to operate legally, offering a degree of protection to players. Without proper licensing, a casino operates in a grey area, potentially exposing players to risks like unfair game outcomes, delayed payouts, or even outright fraud.

The specific requirements for obtaining a license vary depending on the jurisdiction. However, common provisions include rigorous testing of the casino's random number generators (RNGs) to ensure fair game results. RNGs are algorithms that produce the random outcomes in casino games, and independent testing verifies that they are truly unbiased. Furthermore, licensed casinos are required to implement robust security measures to protect players' personal and financial information. These measures often include encryption technology, secure servers, and adherence to data protection regulations.

The Role of Independent Auditing

Beyond licensing, independent auditing plays a critical role in ensuring the integrity of online casinos. Reputable auditing firms, such as eCOGRA (e-Commerce Online Gaming Regulation and Assurance), conduct regular reviews of casino operations to verify fairness, security, and responsible gambling practices. These audits involve examining the casino's RNGs, payout percentages, and security protocols. A positive audit report from a recognized firm adds another layer of assurance for players. A well-respected audit will often be displayed prominently on the casino's website, acting as a badge of honor.

The frequency of these audits is also a significant factor. Casinos committed to transparency and fairness typically undergo audits on a regular basis, usually monthly or quarterly. The results of these audits are often made public, allowing players to verify the casino's performance and compliance with industry standards. It's important for players to look for casinos that demonstrate a commitment to independent auditing as a sign of their dedication to responsible gaming and player protection.

Regulatory Body
Jurisdiction
Key Responsibilities
UK Gambling Commission (UKGC) United Kingdom Licensing, regulation, and enforcement of gambling laws in the UK.
Malta Gaming Authority (MGA) Malta Licensing and regulation of online gambling operators based in Malta.
Gibraltar Regulatory Authority (GRA) Gibraltar Regulation of gambling operators based in Gibraltar.

Choosing a casino regulated by a reputable authority is a key step towards a secure and enjoyable online gaming experience. Resources like guides and reviews can help players to quickly ascertain the licensing status and regulatory compliance of any given casino.

Payment Methods and Security

A crucial aspect of enjoying online casino games is the ability to deposit and withdraw funds safely and conveniently. Reputable online casinos offer a diverse range of payment methods to cater to different player preferences. These often include credit and debit cards (Visa, Mastercard), e-wallets (PayPal, Skrill, Neteller), bank transfers, and increasingly, cryptocurrencies. However, the availability of specific payment methods can vary depending on the casino's location and licensing jurisdiction.

Security is paramount when it comes to online transactions. Casinos should employ robust encryption technology, such as SSL (Secure Socket Layer), to protect players' financial information during transmission. SSL encrypts data, rendering it unreadable to unauthorized parties. Additionally, casinos should adhere to Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS) compliance, which sets a minimum standard for the secure handling of credit card information. Players should also be wary of casinos that request excessive personal information or engage in suspicious security practices.

Understanding E-Wallet Security

E-wallets have become increasingly popular as a secure and convenient payment method for online casino players. They act as intermediaries between your bank account and the casino, providing an extra layer of security. When you use an e-wallet, you don't have to directly share your credit card or bank account details with the casino. Instead, you fund your e-wallet account and then use it to deposit and withdraw funds from the casino. This minimizes the risk of your financial information being compromised.

However, it's important to choose a reputable e-wallet provider with strong security measures in place. Look for e-wallets that offer two-factor authentication, encryption, and fraud protection. It’s also wise to remember that the security of your e-wallet account ultimately depends on your own password management practices. Use a strong, unique password and keep it confidential.

  • Credit/Debit Cards: Widely accepted, but may involve longer processing times for withdrawals.
  • E-Wallets: Offer fast and secure transactions, often with lower fees.
  • Bank Transfers: Generally reliable, but can be slower and may incur higher fees.
  • Cryptocurrencies: Provide anonymity and potentially faster transactions, but volatility can be a concern.

Ultimately, selecting a casino that provides a variety of secure payment options is essential for a worry-free gaming experience. Checking reviews, verifying security certificates, and understanding the terms and conditions of each payment method are all crucial steps.

Responsible Gaming and Player Support

Responsible gaming is a critical component of a trustworthy online casino experience. Operators should actively promote responsible gambling practices and provide tools to help players manage their gaming habits. These tools may include deposit limits, loss limits, session time limits, self-exclusion options, and links to problem gambling helplines. The ability to set these limits empowers players to control their spending and prevent potential gambling-related problems.

Furthermore, a reputable casino will offer accessible and responsive customer support. Support should be available through multiple channels, such as live chat, email, and phone. The support team should be knowledgeable, helpful, and able to address players' concerns promptly and efficiently. A lack of responsive customer support can be a red flag, indicating a lack of commitment to player satisfaction. Players should always read the terms and conditions of any casino before depositing any funds.

Identifying Problem Gambling

Recognizing the signs of problem gambling is crucial for both players and their loved ones. These signs can include spending more time and money on gambling than intended, chasing losses, neglecting personal responsibilities, lying about gambling habits, and experiencing feelings of guilt or shame. If you or someone you know is struggling with problem gambling, it’s important to seek help.

Numerous resources are available to provide support and guidance, including self-help groups, counseling services, and helplines. Organizations dedicated to responsible gambling, such as GamCare and BeGambleAware, can offer valuable assistance. Remember, seeking help is a sign of strength, not weakness.

  1. Set a budget and stick to it.
  2. Only gamble with money you can afford to lose.
  3. Avoid chasing losses.
  4. Take frequent breaks.
  5. Seek help if you feel your gambling is getting out of control.

Choosing a casino that prioritizes responsible gaming and provides robust support systems is essential for a safe and enjoyable online gaming experience.

Navigating Bonuses and Promotions

Online casinos frequently offer bonuses and promotions to attract new players and retain existing ones. These can take various forms, including welcome bonuses, deposit matches, free spins, and loyalty programs. While bonuses can be a tempting incentive, it’s crucial to understand the terms and conditions attached to them before accepting.

Wagering requirements, also known as playthrough requirements, are a common condition of bonuses. These requirements specify the amount of money you need to wager before you can withdraw any winnings earned from the bonus. For example, a bonus with a 40x wagering requirement means you need to wager 40 times the bonus amount before you can cash out. Other important terms to consider include game restrictions, maximum bet limits, and expiration dates. Failing to meet these requirements can result in the forfeiture of your bonus and any associated winnings.

Future Trends in Online Casino Security and Technology

The online casino industry is constantly evolving, with new technologies and security measures emerging to enhance the player experience and protect against fraud. Blockchain technology and the use of cryptocurrencies are gaining traction, offering increased transparency and security. Biometric authentication methods, such as fingerprint or facial recognition, are also being explored as a way to verify player identities and prevent unauthorized access to accounts. The integration of artificial intelligence (AI) is anticipated to play a larger role in fraud detection and responsible gaming initiatives. AI algorithms can analyze player behavior to identify potential signs of problem gambling and proactively offer support.

Furthermore, advancements in virtual reality (VR) and augmented reality (AR) are poised to transform the online casino landscape, creating immersive and realistic gaming experiences. The continued development of these technologies promises to deliver even greater security, convenience, and entertainment value for players. Resources like luckcasinos.uk provide up-to-date information on the latest casino developments and secure play practices, helping enthusiasts stay informed and make informed decisions.

Modus ‘Koper Berdinding Double’, Bea Cukai Teluk Nibung Gagalkan Masuknya 4 Kg Sabu asal Malaysia

Tanjung Balai, SUMATERA UTARA — Upaya jaringan internasional menyusupkan barang haram melalui jalur laut berhasil dijegal. Petugas Bea Cukai Teluk Nibung menggagalkan penyelundupan 4 kilogram sabu di Terminal Kedatangan Ferry Internasional Teluk Nibung, Tanjungbalai, Sumatera Utara, Sabtu (10/10/2026).

Pencegatan ini bermula dari kewaspadaan petugas saat memeriksa rombongan penumpang kapal ferry yang tiba dari Port Dickson, Malaysia. Dari hasil analisis dan kecurigaan terhadap salah satu koper bawaan penumpang, petugas langsung melakukan pemeriksaan mendalam.

Hasilnya, petugas mendapati paket sabu yang diselipkan secara rapi di balik dinding koper (false compartment). Modus penyembunyian ini dirancang sedemikian rupa guna menembus pengawasan ketat di area kedatangan pelabuhan.

Penyelundupan tersebut mengindikasikan masih maraknya pemanfaatan jalur pelayaran antarnegara oleh sindikat narkoba untuk memasok barang haram ke wilayah Sumatera Utara.

Saat ini, pelaku beserta barang bukti 4 kilogram sabu telah diamankan. Penanganan kasus beserta tersangka selanjutnya dilimpahkan ke aparat penegak hukum berwenang guna penyidikan mendalam serta memburu jaringan utama di balik aksi tersebut.

Operasi Senyap Bareskrim dan Polrestabes Medan: Bongkar Sindikat Vape Narkoba di THM Raeye

MEDAN — Arogansi bisnis hiburan malam di jantung Kota Medan kembali runtuh di tangan hukum. Tim gabungan Bareskrim Polri bersama Satresnarkoba Polrestabes Medan menggerebek Tempat Hiburan Malam (THM) Raeye di Jalan Merak Jingga, Medan Barat, Minggu (11/10/2026) dini hari. Razia senyap ini membongkar praktik kejiwaan sindikat narkoba yang meracuni pengunjung lewat modus baru: vape berisi cairan narkotika.

Sindikat Sengaja Sasar Jalur Modern

Penggerebekan ini bukan sekadar razia kancil, melainkan pukulan telak (strike) atas jaringan gelap yang mencoba mengelabui petugas dengan memanfaatkan tren gaya hidup. Di tengah dentuman musik diskotek, aparat bergerak membongkar lapak haram dan meringkus seorang pengedar berinisial AJ.

Dari tangan pelaku, aparat menyita barang bukti berupa perangkat rokok elektrik (vape) yang terbukti diisi cairan (liquid) sarat zat adiktif terlarang. Modus operandi ini membuktikan bahwa para bandar kini menyasar kamuflase modern agar peredaran barang haram tersembunyi dari pantauan kasatmata.

Ultimatum Keras: Bandar Dikejar, Mata Rantai Diputus

Aparat penegak hukum memastikan tidak ada tempat berlindung bagi pengusaha atau sindikat yang menjadikan tempat hiburan sebagai zona aman peredaran narkoba. Jaringan di atas AJ kini sudah dikantongi identitasnya dan dalam pemburuan ketat tim gabungan.

“Pemasok narkoba kami sudah kantongi identitasnya, dan kami pastikan akan terus kami kejar. Kami ultimatum untuk penikmat dunia malam, malam boleh gemerlap namun hukum akan tetap tegak. Pengguna kita akan pulihkan, seluruh bandar dan mata rantainya kita akan putus,” tegas aparat di lapangan.

Kini, tersangka AJ bersama seluruh barang bukti hasil penggeledahan telah digelandang ke markas kepolisian untuk menjalani pemeriksaan intensif guna menguliti habis jaringan sindikat vape narkoba yang mencengkeram Kota Medan.

Sidang Kasus Suap Bea Cukai: Istri Eks Pejabat Pindahkan Rp1,375 Miliar Saat KPK Lakukan OTT

JAKARTA — Fakta baru terkait aliran dana rasuah di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (12/10/2026). Sri Hastuti Kumala Dewi, istri dari terdakwa Sisprian Subiaksono, mengaku langsung memindahkan uang senilai Rp1,375 miliar ke rekening ibunya begitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT).

Pengakuan tersebut disampaikan Sri Hastuti saat bersaksi dalam sidang perkara gratifikasi dan suap Bea Cukai dengan terdakwa Budiman Bayu Prasodjo. Di hadapan majelis hakim, ia berdalih bahwa pemindahan dana tersebut dilakukan lantaran mendapat informasi ihwal kemungkinan rekeningnya akan diblokir.

“Karena waktu itu diinformasikan ada kemungkinan rekening saya akan diblokir. Apabila diblokir berarti saya tidak bisa hidup,” ujar Sri Hastuti di persidangan.

Selain memindahkan uang ke rekening sang ibu, ia juga mengaku mentransfer sejumlah dana kepada anak-anaknya untuk keperluan biaya kuliah dan kebutuhan sehari-hari. Sri Hastuti berkeras bahwa uang yang dipindahkannya merupakan murni penghasilan pribadinya dari bekerja di perusahaan asing yang diterima dalam bentuk mata uang asing.

Aliran Dana dan Peran Para Terdakwa

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang dibacakan sebelumnya, Budiman Bayu Prasodjo bersama Rizal dan Sisprian Subiaksono disebut menerima aliran dana suap dari sejumlah pihak swasta, termasuk pemilik Blueray Cargo Group, John Field. Suap tersebut berkaitan dengan importasi barang di DJBC.

Uang yang diduga diterima para terdakwa mencakup berbagai pecahan mata uang, antara lain:

  • Uang tunai senilai Rp5,278 miliar.
  • Dolar Singapura (SGD) sebesar 119.755.
  • Dolar Amerika Serikat (USD) sebesar 10.000.
  • Dolar Hong Kong (HKD) sebesar 4.700.
  • Ringgit Malaysia (RM) sebesar 8.100.
  • Uang tunai setara Rp525 juta dalam pecahan dolar Singapura.

Dalam dakwaan, Budiman dijerat dengan Pasal 12B huruf a juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo. Pasal 20 huruf c dan Pasal 127 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Eks Kepala KPP Bea Cukai Kediri Akui Terima Uang dari Blueray

Persidangan juga mengungkap kesaksian dari mantan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPP) Bea dan Cukai Kediri, Gatot Heroe Hernanda. Ia mengaku menerima uang sebanyak tujuh kali dari PT Blueray Cargo melalui mantan Kepala Seksi Penindakan Impor I Direktorat P2 Bea dan Cukai, Enov Puji Wijanarko.

Gatot mengaku telah mengembalikan sebagian uang suap tersebut senilai Rp3,25 miliar yang seluruhnya diterima dalam bentuk dolar Singapura. Ia juga membeberkan bahwa sebagian dana dari Blueray disisihkan untuk memenuhi setoran dana operasional rutin sebesar Rp200 juta per bulan.

Menurut Gatot, permintaan dana operasional tersebut diinisiasi oleh Sisprian Subiyaksono dan ditegaskan langsung oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC, Rizal, saat keduanya dipanggil dalam sebuah pertemuan pada akhir Juni atau awal Juli 2025.

Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, Tim Gabungan Ciduk 24 Orang dan Sisir Lapak Narkoba

JAKARTA – Tim gabungan lintas instansi menciduk 24 orang dalam operasi pemberantasan narkotika di Kampung Ambon dan Kampung Boncos, Jakarta Barat, Jumat (9/10/2026). Penindakan berskala besar ini menyasar lapak sewa alat isap, indekos, hingga kendaraan yang dijadikan tempat penyimpanan barang haram.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso merinci, sebanyak 16 orang ditangkap di Kampung Ambon dan 8 orang sisanya diamankan dari Kampung Boncos. Seluruh terduga pelaku langsung digelandang untuk pemeriksaan intensif dan tes urine.

Operasi ini melibatkan personel Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, BNN, TNI, hingga Satpol PP. Di lokasi, petugas membongkar praktik penyewaan bong (alat isap) serta mendapati barang bukti yang disembunyikan di kamar kos dan bagasi sepeda motor.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan, penanganan kawasan rawan narkoba ini tak berhenti pada penindakan hukum semata. Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Pemprov DKI dan Dinas Tenaga Kerja untuk menyediakan program pemberdayaan warga, diselingi patroli rutin, edukasi, hingga pendirian posko pemantauan khusus oleh Polres Metro Jakarta Barat.

TIGA SPESIALIS MALING ALAT MUSIK GEREJA DI LUBUK PAKAM DIGULUNG TIM URC POLRESTA DELI SERDANG

Deli Serdang, SUMATERA UTARA — Tim Unit Reaksi Cepat (URC) bersama Unit Opsnal Jatanras dan Pidum Polresta Deli Serdang meringkus tiga terduga pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) yang membobol Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Lubuk Pakam.

Ketiga tersangka berinisial RH alias Dower (30), YHC alias Dayat (42), dan CRS (27) dibekuk tanpa perlawanan di Jalan Galang, Gang Vietnam, Kelurahan Cemara, Kecamatan Lubuk Pakam, Senin (5/10/2026). Mereka ditangkap saat hendak menjual barang-barang hasil curian.

Aksi pembobolan gereja ini pertama kali diketahui oleh perwakilan pengurus gereja, Hulman Sibarani (68), pada Minggu (4/10/2026) pagi sekitar pukul 08.45 WIB. Saat hendak masuk, korban mendapati pintu besi ruang altar hingga pintu kayu bagian dapur sudah dalam kondisi jebol dan rusak.

Setibanya di dalam, pengurus gereja mendapati inventaris berupa perangkat peralatan musik dan elektronik telah lenyap digondol pelaku. Akibat insiden pembobolan tersebut, pihak gereja menanggung kerugian materiil hingga Rp25 juta.

Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang melalui tim lapangan langsung melakukan penyelidikan intensif usai menerima laporan resmi. Penyelidikan membuah hasil setelah petugas mengendus transaksi barang bodong di kawasan Lubuk Pakam yang berujung penangkapan ketiga pelaku.

Saat ini ketiga tersangka beserta barang bukti inventaris gereja telah diamankan di Mapolresta Deli Serdang untuk menjalani pemeriksaan hukum lanjutan.

Kejar-kejaran 5 Km di Medan, Polisi Gagalkan Penyelundupan 450 “Pod Getar” Narkoba Asal Malaysia

Medan, SUMATERA UTARA – Aksi kejar-kejaran sejauh 5 kilometer mewarnai penangkapan seorang kurir narkoba lintas negara di Kota Medan, Sumatera Utara. Satresnarkoba Polrestabes Medan berhasil menggagalkan penyelundupan 450 bungkus liquid vape mengandung narkotika jenis baru—yang dikenal sebagai “pod getar”—asal Malaysia.

Tersangka berinisial RS (31), warga asal Aceh, diringkus petugas saat mengemudikan mobil yang mengangkut ratusan pod getar siap edar.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait adanya pengiriman narkoba dalam jumlah besar dari Malaysia.

Petugas yang melakukan penyelidikan mengidentifikasi kendaraan pelaku melintas di kawasan Jalan Ngumban Surbakti, Kecamatan Medan Selayang, pada Senin (21/9/2026). Saat dibuntuti, gerak-gerik laju kendaraan pelaku semakin mencurigakan dan berusaha melarikan diri.

“Aksi kejar-kejaran sempat terjadi sejauh kurang lebih 5 kilometer sebelum akhirnya kendaraan pelaku berhasil dikepung dan dihentikan petugas di Jalan Setia Budi,” ungkap AKBP Rafli, Kamis (8/10/2026).

Saat penggeledahan dilakukan, petugas menemukan ratusan pod getar yang disembunyikan di bagian baris kursi tengah mobil.

“Total barang bukti yang disita sebanyak 450 pod getar, meliputi 320 pod getar merek King dan 130 pod getar merek Wukong,” terang Rafli.

Dari hasil pemeriksaan awal, barang haram tersebut diselundupkan dari Malaysia dan rencananya akan dipasarkan di Kota Medan dan sekitarnya.

Saat ini tersangka RS beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolrestabes Medan untuk pemeriksaan intensif. Polisi juga masih terus memburu para pelaku lain yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait jaringan narkoba internasional ini.

Markas Judi Online Menyusup ke Kompleks Militer Cijantung, KSAD Tegaskan Sanksi Tanpa Ampun

JAKARTA – Praktik judi online makin nekat menembus area vital militer. Sebuah rumah dinas di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, digerebek kepolisian usai kedapatan menjadi sarang markas operator judi daring.

Penggerebekan berlangsung pada Minggu pagi (4/10/2026) pukul 07.30 WIB, berawal dari aduan warga yang curiga terhadap aktivitas di dalam bangunan tersebut. Di lokasi, polisi mengamankan 11 orang terduga operator beserta gudang perangkat digital: 32 unit komputer PC, 14 unit ponsel, dan 9 lembar KTP.

Mirisnya, rumah di Jalan Sederhana 7 tersebut tercatat atas nama Kasi Intel Gartap 1 Jakarta, Letkol Inf Arman Jab. Properti dinas itu disewakan kepada pihak swasta yang belakangan menyalahgunakannya menjadi markas judi.

Menanggapi insiden yang mencoreng institusinya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak berjanji menindak tegas setiap prajurit aktif yang terbukti terlibat atau memfasilitasi aset negara untuk bisnis ilegal.

“Pokoknya kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas. Kita pasti respons cepat, sudah pasti,” ujar Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas membenarkan adanya pemeriksaan internal terhadap oknum prajurit yang berkaitan dengan skandal ini.

“Betul, terduga sedang menjalani pemeriksaan,” kata Muhammad Nas singkat.

Meski begitu, pihak TNI belum mengonfirmasi secara rinci apakah oknum yang diperiksa tersebut adalah Letkol Inf Arman Jab selaku pemegang izin rumah dinas. Proses penyelidikan kini berjalan beriringan antara kepolisian dan institusi militer untuk mengusut tuntas jaringan di balik operasi ini.