Tower Telekomunikasi di Binjai Diduga Dijarah, Polisi Buru Pelaku Pencurian Besi Infrastruktur
BINJAI, SUMATERA UTARA – Dugaan pencurian material besi kembali menyasar aset infrastruktur strategis. Kali ini, sebuah tower telekomunikasi yang berdiri di Kelurahan Paya Roba, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara, diduga menjadi sasaran penjarahan oleh pelaku yang hingga kini masih diburu aparat kepolisian.
Kasus tersebut mencuat setelah video kondisi tower yang mengalami kerusakan pada bagian struktur besinya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang viral itu, terlihat sejumlah komponen besi pada bagian atas tower telah hilang, diduga dicopot dan dibawa kabur oleh pelaku.
Peristiwa tersebut memantik perhatian publik karena tower dengan ketinggian puluhan meter itu berada di tengah kawasan permukiman penduduk. Masyarakat mempertanyakan bagaimana aksi pencurian terhadap struktur tower dapat terjadi tanpa diketahui pihak terkait.
Menanggapi viralnya video tersebut, Satreskrim Polres Binjai memastikan telah menerima laporan resmi dari pihak perusahaan pemilik tower dan saat ini tengah melakukan serangkaian penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hizkia Siagian, membenarkan adanya dugaan tindak pidana pencurian terhadap material besi tower telekomunikasi tersebut.
“Perusahaan sudah membuat laporan terkait dugaan pencurian material besi tower yang berada di wilayah Binjai Barat,” kata Hizkia, Selasa (16/6/2026).
Berdasarkan keterangan awal yang diterima penyidik, tower tersebut diketahui sudah tidak lagi beroperasi dan berada dalam kondisi minim pengawasan. Bahkan, aset tersebut disebut-sebut sedang menunggu proses pembongkaran oleh pihak perusahaan.
Namun demikian, kondisi tower yang tidak aktif tidak serta-merta memberikan ruang bagi siapa pun untuk mengambil atau menguasai material yang masih menjadi milik perusahaan. Tindakan tersebut tetap berpotensi memenuhi unsur tindak pidana pencurian sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum pidana yang berlaku.
Saat ini polisi masih mendalami siapa saja pihak yang terlibat dalam aksi tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara rekaman CCTV di sekitar lokasi turut menjadi fokus penyelidikan guna mengungkap identitas para pelaku.
“Tim sudah turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan TKP, meminta keterangan saksi dan menelusuri rekaman CCTV. Dugaan sementara, pelaku lebih dari satu orang,” ujar Hizkia.
Penyidik juga mendalami kemungkinan adanya jaringan pencurian besi yang selama ini menyasar bangunan atau aset tidak aktif untuk kemudian menjual material hasil curian kepada penadah.
Selain menimbulkan kerugian materiil bagi perusahaan, pencurian terhadap struktur tower telekomunikasi juga dinilai memiliki risiko serius terhadap keselamatan warga. Pengurangan komponen penyangga pada konstruksi menara berpotensi melemahkan struktur bangunan dan dapat membahayakan lingkungan sekitar apabila terjadi keruntuhan.
Hingga kini, polisi masih memburu para pelaku dan mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap secara tuntas dugaan pencurian yang menyasar salah satu infrastruktur telekomunikasi di Kota Binjai tersebut.

