Kabag Ops Polres Langkat Sosialisasikan Aspek Hukum Kamtibmas di Yaspen Al-Maksum Stabat

Stabat, SUMATERA UTARA – Guna menekan angka kriminalitas dan pelanggaran hukum di kalangan pelajar, Kepolisian Resor (Polres) Langkat melakukan langkah preventif melalui program pembinaan karakter di lingkungan pendidikan. Kabag Ops Polres Langkat, Kompol Abdul Rahman, S.H., M.H., memimpin langsung jalannya upacara bendera sekaligus memberikan penyuluhan hukum di Yaspen Al-Maksum Stabat, Senin (26/1/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Jalan Batang Serangan, Kelurahan Kwala Bingai ini bertujuan untuk memberikan edukasi dini mengenai konsekuensi hukum terkait kenakalan remaja dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Fokus Pencegahan Tindak Pidana 3C dan Penyakit Masyarakat

Dalam amanatnya yang berorientasi pada aspek hukum, Kompol Abdul Rahman memberikan peringatan keras mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, pergaulan bebas, serta tindak perundungan (bullying) yang dapat berimplikasi pada sanksi pidana. Beliau juga menekankan pentingnya menghindari keterlibatan dalam organisasi ilegal seperti geng motor dan aksi tawuran antar-pelajar.

“Generasi muda merupakan subjek hukum yang harus memahami hak dan kewajibannya. Kami mengimbau para siswa untuk menjauhi aktivitas yang berpotensi melanggar hukum, seperti tawuran dan geng motor, karena dampaknya akan merusak masa depan dan rekam jejak hukum mereka sendiri,” tegas Kompol Abdul Rahman.

Selain imbauan terkait tindak pidana, pihak kepolisian juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap norma sosial, salah satunya dengan tidak berkeliaran pasca-jam sekolah guna meminimalisir potensi terjadinya gangguan keamanan di ruang publik.

Optimalisasi Pelayanan Hukum melalui Call Center 110

Sebagai bagian dari perlindungan hukum bagi anak, Kompol Abdul Rahman menegaskan bahwa Polri siap memberikan bantuan hukum dan pengamanan bagi pelajar yang menjadi korban atau saksi tindak pidana. Siswa diarahkan untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 sebagai instrumen pelaporan darurat terhadap aktivitas kriminalitas di lingkungan mereka.

Komitmen Institusional Polres Langkat

Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si., melalui keterangan tertulisnya menyatakan bahwa kehadiran Pejabat Utama (PJU) Polri di sekolah-sekolah adalah manifestasi dari komitmen Polri terhadap perlindungan anak dan dunia pendidikan.

“Ini adalah implementasi dari fungsi Polri dalam memberikan pengayoman dan perlindungan hukum sejak dini. Kami berkomitmen untuk terus melaksanakan pembinaan secara sistematis di seluruh jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Langkat demi terciptanya kondusivitas Kamtibmas,” pungkas Kapolres.

Kegiatan berjalan tertib dan kondusif, mencerminkan sinergitas yang kuat antara institusi penegak hukum dan lembaga pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang sadar hukum.

Gugur Saat Menuju Medan Bencana: Dua Personel Polri di Bandung Barat Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

BANDUNG – Duka mendalam menyelimuti jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat. Dua personel terbaik Polsek Cisarua, Aiptu Hendra Kurniawan dan Aipda Muhammad Jerry Sonconery, dinyatakan gugur saat menjalankan tugas mulia demi kemanusiaan. Keduanya mengalami kecelakaan maut saat tengah bergegas menuju lokasi bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026).

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Sufahriadi, mengonfirmasi bahwa kedua Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) tersebut menjadi korban dalam sebuah kecelakaan lalu lintas saat terlibat langsung dalam operasi penanggulangan bencana.

Kronologi Tragedi Jalan Cimeta

1. Panggilan Tugas Bencana (Sabtu, 24 Januari) Sore itu, wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sedang dalam kondisi siaga setelah terjadi bencana longsor di Desa Pasirlangu. Sebagai garda terdepan (Bhabinkamtibmas), Aiptu Hendra Kurniawan dan Aipda Muhammad Jerry Sonconery segera bergerak menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi dan pengamanan warga.

2. Pukul 15.30 WIB: Perjalanan Menuju Lokasi Kedua personel tersebut berboncengan menggunakan sepeda motor dinas. Mereka melintasi Jalan Cimeta, tepatnya di Kampung Cimeta, Desa Tugumukti. Jalur ini dikenal memiliki kontur yang cukup menantang, terutama saat cuaca ekstrem atau mobilisasi kendaraan berat.

3. Situasi Lalu Lintas Beriringan Korban melaju dalam posisi beriringan dengan kendaraan lain (konvoi tidak resmi). Di depan sepeda motor korban, terdapat sebuah truk yang tengah melaju searah menuju arah Cisarua.

4. Rem Blong dan Terhimpit (Titik Kejadian)

  • Rem Mendadak: Secara tiba-tiba, truk yang berada di depan motor korban melakukan pengereman mendadak karena kondisi lalu lintas atau hambatan di depannya.
  • Gangguan Fungsi Pengereman: Di saat yang bersamaan, sebuah truk yang berada tepat di belakang motor kedua anggota polisi tersebut diduga mengalami gangguan pengereman (rem blong).
  • Benturan Fatal: Karena jarak yang sudah terlalu dekat dan kegagalan fungsi rem, truk di belakang tidak mampu berhenti dan menghantam motor korban, sehingga motor beserta kedua personel tersebut terjepit di antara dua truk (terhimpit).

5. Evakuasi dan Penanganan Kedua korban segera dievakuasi dari lokasi kejadian oleh warga dan petugas lain yang menyusul. Namun, akibat benturan keras dan luka serius yang dialami saat terhimpit kendaraan besar, keduanya dinyatakan meninggal dunia.

6. Pemakaman (Sabtu Malam & Minggu Pagi)

Minggu Pagi: Jenazah Aipda Muhammad Jerry Sonconery dimakamkan di pemakaman dekat kediamannya di Cigugur Tengah, Cimahi dengan upacara penghormatan.

Sabtu Malam: Jenazah Aiptu Hendra Kurniawan langsung dibawa ke rumah duka di Desa Mekarsari, Ngamprah dan dimakamkan malam itu juga.

Penghargaan Tertinggi dari Kapolri

Atas dedikasi dan pengabdian yang melampaui panggilan tugas, Kapolri memberikan penghargaan khusus berupa kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat lebih tinggi.

“Mereka adalah pahlawan yang gugur saat hendak menolong sesama. Atas dedikasinya, Bapak Kapolri memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi,” ujar Kapolda Jabar di Bandung, Minggu (25/1).

Jenazah Aiptu Hendra Kurniawan telah dimakamkan pada Sabtu malam di kediamannya, Kecamatan Ngamprah. Sementara itu, rekannya, Aipda Muhammad Jerry Sonconery, dikebumikan pagi tadi di Kelurahan Cigugur Tengah, Kota Cimahi.

Duka Mendalam Korps Bhayangkara

Irjen Pol. Rudi menyampaikan rasa belasungkawa yang paling dalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia memastikan bahwa seluruh hak serta santunan bagi keluarga korban akan dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Gugurnya kedua personel ini menjadi pengingat pahit akan risiko tinggi yang dihadapi aparat kepolisian, bahkan sebelum mereka sampai di garis depan medan bencana. Nama mereka kini terukir sebagai pejuang kemanusiaan yang gugur dalam seragam kebanggaan.

Oknum Polisi Coreng Institusi: Kapolres Bengkalis Pimpin Langsung Penggerebekan Pesta Narkoba di Hotel



BENGKALIS – Komitmen Polri dalam memberantas peredaran gelap narkotika diuji dari dalam. Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, menunjukkan sikap tanpa kompromi saat memergoki tiga anggotanya sendiri tengah asyik berpesta narkoba di sebuah hotel di Bengkalis, Sabtu (17/1).

Penggerebekan yang dipimpin langsung oleh AKBP Fahrian ini tidak hanya mengamankan ketiga oknum polisi tersebut, tetapi juga empat warga sipil lainnya—termasuk dua wanita—yang berada di lokasi kejadian. Total tujuh orang diringkus dalam operasi yang didasari oleh laporan masyarakat yang resah akan aktivitas di hotel tersebut.

“Tidak Ada Toleransi”

Kapolres Bengkalis menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi personel yang melanggar hukum, apalagi terlibat dalam lingkaran hitam narkotika.

“Tidak ada toleransi. Saat ini pemeriksaan intensif masih dilakukan terhadap para terduga pelaku. Setelah proses ini rampung, besok akan kami sampaikan detailnya ke publik,” tegas AKBP Fahrian dengan nada bicara yang tajam.

Barang Bukti dan Pendalaman Kasus

Dalam operasi senyap tersebut, Satres Narkoba Polres Bengkalis berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Meski demikian, kepolisian masih menutup rapat rincian jenis dan berat barang bukti guna kepentingan pengembangan penyelidikan.

Saat ini, penyidik tengah mendalami peran masing-masing dari tujuh terduga pelaku untuk menentukan konstruksi pasal yang akan disangkakan. Sumber internal kepolisian mengonfirmasi bahwa penindakan ini merupakan respons cepat atas isu miring yang berkembang di tengah masyarakat terkait perilaku oknum anggota tersebut.

Langkah tegas ini menjadi sinyal keras bagi seluruh jajaran Polres Bengkalis: siapa pun yang bermain-main dengan narkoba, terlepas dari pangkat dan seragamnya, akan berhadapan dengan hukum.